Kisah Ibnu Hajar Dan Seorang Yahudi | Islam Bergema
Islam Bergema~ Kisah Ibnu Hajar Dan Seorang Yahudi. Dari laman facebook
Dalam kitab Faid Al-Qadir (3: 730) karya Al-Munawi disebutkan kisah Ibnu Hajar dan seorang Yahudi.
.
Diceritakan bahwa Al-Hafizh Ibnu Hajar ketika ia menjadi seorang qadhi (hakim) terkemuka, suatu hari ia pernah melewati sebuah pasar yang penuh keramaian. Ibnu Hajar datang dengan pakaian yang begitu menawan (pakaian mewah). Kemudian orang Yahudi menyergapnya. Orang Yahudi tersebut sedang menjual minyak panas, tentu saja pakaiannya penuh dengan kotoran minyak. Tampilan Yahudi tersebut usang dan penuh keprihatinan. Sambil memegang kekang kuda (yang biasa dipasang pada mulut kuda), Yahudi tersebut berkata pada Ibnu Hajar,
.
“Wahai Syaikhul Islam, engkau menyatakan bahwa Nabi kalian bersabda, “Ad-dunya sijnul mukmin, wa jannatul kafir (dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir)". Bagaimana keadaanmu saat ini bisa disebut penjara, lalu keadaanku di dunia seperti ini disebut surga?”
.
Ibnu Hajar memberikan jawaban, “Aku dilihat dari berbagai nikmat yang Allah janjikan untukku di akhirat, seakan-akan sekarang ini aku sedang di penjara. Sedangkan engkau (wahai Yahudi) dilihat dari balasan siksa yang pedih yang Allah berikan untukmu di akhirat, seakan-akan sekarang engkau berada di surga.”
.
.
Diceritakan bahwa Al-Hafizh Ibnu Hajar ketika ia menjadi seorang qadhi (hakim) terkemuka, suatu hari ia pernah melewati sebuah pasar yang penuh keramaian. Ibnu Hajar datang dengan pakaian yang begitu menawan (pakaian mewah). Kemudian orang Yahudi menyergapnya. Orang Yahudi tersebut sedang menjual minyak panas, tentu saja pakaiannya penuh dengan kotoran minyak. Tampilan Yahudi tersebut usang dan penuh keprihatinan. Sambil memegang kekang kuda (yang biasa dipasang pada mulut kuda), Yahudi tersebut berkata pada Ibnu Hajar,
.
“Wahai Syaikhul Islam, engkau menyatakan bahwa Nabi kalian bersabda, “Ad-dunya sijnul mukmin, wa jannatul kafir (dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir)". Bagaimana keadaanmu saat ini bisa disebut penjara, lalu keadaanku di dunia seperti ini disebut surga?”
.
Ibnu Hajar memberikan jawaban, “Aku dilihat dari berbagai nikmat yang Allah janjikan untukku di akhirat, seakan-akan sekarang ini aku sedang di penjara. Sedangkan engkau (wahai Yahudi) dilihat dari balasan siksa yang pedih yang Allah berikan untukmu di akhirat, seakan-akan sekarang engkau berada di surga.”
.
Akhirnya, orang Yahudi tersebut masuk Islam.
Comments
Post a Comment
Silahkan komentari dengan sopan dan sesuai tema terkait